Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

ebook #kontroversi Download

# kontroversi  1. Cara cpt kaya, sukses, dg cara sedekah, memang kontroversial. Tp bukan hanya pengusaha muslim yg mencoba & berhasil. # kontroversi  2. Tp jg pengusaha2 asia, dan pengusaha global lainnya. Mereka memperbanyak kegiatan2 amal (baca: sedekah juga). # kontroversi  3. Bahkan kadang2, bikin kita berkernyit juga ngeliat kegilaan mereka beramal (baca: bersedekah). “Koq bisa ya?” # kontroversi  4. Sementara kebanyakan orang, berada di wilayah debat, yg akhirnya, ga sedekah2, he he he. # kontroversi  5. Ini menjadi pengantar saya di buku KFK (Kun Fayakuun) for Business volume ke-4. Mhn doanya. # kontroversi  6. Saya berusaha tdk egois. Sekalipun saya punya&menyediakan ladang amal u/ kwn2 smua, saya pun punya cara lain u tdk egois. # kontroversi  7. Sekaligus mengajarkan kearifan pd diri sendiri dkk PPPA. Bhw kehadiran kami dg dakwah sedekah, bukan u berburu sedekah. # kontroversi  8. Banyak cabang di daerah2, kami dirika...

Doa, mendoakan, minta didoakan.

Doa, mendoakan, minta didoakan. Saya minta didoakan banget2 ya. Untuk saya, anak2, keluarga, santri2, keluarga besar santri, & jamaah semua. untuk semua doa kawan – kawan… Saya aminkan dari sini. Silahkan berdoa. Baca shalawat dulu, istighfar dulu, dan niatkan besok bersedekah supaya kabul. Aamin. Doa itu senjata yg langsung dari Allah, & Kekuatan Allah. Tapi semakin jarang digunakan. Gunakan sebanyak – banyaknya..gunakan sesering – seringnya. Silahkan berdoa… Downlod ebooknya disini

Ebook Tentang Sedekah, Doa, dan Pamrih Download

Belajar tentang Tentang sedekah, doa, dan pamrih, konsep saya memang beda. Doa itu ibadah. Seperti sedekah, di mana ia juga ibadah. Dan doa, bukan pamrih. Niat, ga bisa disebut atau disamakan dengan doa. Niat ya niat. Doa ya doa. Dari sini semua bermula. Sekedar sharing juga Seseorang yang sedekah, kepengen anaknya sembuh, maka permintaan itu “setara/sama/serupa” dengan pengen kaya, pengen selamet, pengen nikah, pengen kerja, pengen tolak bala, pengen punya rumah, pengen terus sekolah, pengen masuk kampus favorit, pengen beasiswa di luar negeri, pengen punya anak, pengen punya modal, pengen punya modal, pengen ngembangin usaha, pengen punya usaha, pengen naik karir, dll. Ketika “pengen”, maka itu udah masuk wilayah doa. Bukan niat lagi. silahkan download .pdf

Ebook IndONEsia BerJAMAAH Download

MUKADDIMAH “Menikahlah, Maka engkau akan mapan...” Sedekah Produktif ( Pernah dimuat di @Yusuf_Mansur ) Selain Koperasi, kita akan paralel menggerakkan juga Sedekah Produktif, Sedekah Produktif, menjadi sedekah murni dari kita – kita untuk membangun negeri, masyarakat dan berbagi untuk sesama. 200 Milyar Sementara PU (PatunganUsaha) masih diperbaiki secara legal, sistem, dan administrasinya, saya mau terus bergerak mengajak jamaah untuk dakwah ekonomi. Saya masih sangat-sangat percaya bahwa dengan berjamaah, bersatu, bersama-sama, banyak hal kecil jadi besar. Lapangan Pekerjaan Siapa sih yang buka lapangan pekerjaan? Sebenernya semua jawaban tauhid: Allah. Allah Yang Maha Berkehendak. Termasuk soal lapangan pekerjaan. Maka sesiapa yang kepengen kerja, ya minta sama Allah. Doa. Disertai ibadah. Jika ada yang bilang, udah berdoa, udah ibadah. Barangkali kurang serius, kurang sungguh-sungguh, kurang bener. Ga terukur. Hanya sesekali doanya. Makanya saya suka katakan, coba deh doa, w...

Ebook Menjadi Kaya Dalam 40 Hari Download

Do Not Stop! Jika seseorang berinvestasi, lalu investasinya menguntungkan, maka biasanya dia terus menerus menambah jumlah investasinya lantaran yakinnya. Yakin sebab pengetahuannya, dan yakin sebab merasakannya. Ilmu Akan Menjaga Amal Ilmu membawa kepada keyakinan. Keyakinan membawa kepada amal. Amal membawa kepada keberuntungan. Do Not Stop (Lagi) Mengetahui fadilah amal, sama dengan pahalanya dengan pahala menuntut ilmu. Sebab mempelajari fadilah amal, juga adalah bahagian dari menuntut ilmu. Harusnya Terus Menerus Amalan yang dilakukan secara istiqamah, akan menghasilkan lompatan yang luar biasa bagi pelakunya. Lihat kelipatannya. Anda akan berteriak, “Subhaanallaah!” Dulu, tidak sedekah yang besar, sebab tidak tahu. Tidak tahu bahwa siapa yang beramal justru akan dilipatgandakan rizkinya oleh Allah. Sekarang, tetap tidak beramal besar, meski sudah tahu. Sebab apa? Sebab tidak mau barangkali. Atau sebab tidak percaya.